[Review] Aria: The animation



Kembali mengulas anime yang beraroma fantasy, slice of life yaitu Aria: The animation, dan sudah dipastikan anime ini adalah salahsatu anime terfavorit untuk genre sice of life bagi saya sendri dan juga berhasil menarik minat saya untuk mengulas seri ini.


Sebenarnya saya sudah melihat beberapa anime slice of life, tapi sedikit sulit untuk bisa mendorong secara menghibur tanpa menjadi tontonan membosankan karena sebagian besar memiliki unsur-unsur romantis, atau banyak fanservice di dalamnya. Tapi kemudian ada Aria: The Animation, anime kehidupan sehari-hari dalam bentuk yang paling murni, yang membuktikan bahwa jenis seperti anime tidak perlu sentuhan fanservice untuk berhasil menarik penonton. Dan setelah menontonnya, saya terkejut: itu terbukti betapa indah dan santainya anime ini, sederhana tapi 'dapat'.


Akari Mizunashi, seorang remaja yang pindah dari Manhome ke planet Aqua (sebelumnya dikenal sebagai Mars), bergabung dengan Aria Company untuk menjadi Prima Undine atau pemandu wisata profesional di Neo-Venezia.
Hal tersebut mungkin tampak seperti sesuatu yang sama sekali tidak menarik, belajar bagaimana untuk menjadi Undine, namun itu tentu merupakan aspek penting, fokus utamanya terletak pada interaksi dengan orang-orang di kota. Hal lain yang menarik adalah kenyataan bahwa itu adalah kota yang penuh dengan air disekitarnya ( mirip kota yang terkena banjir ). Cerita berfokus pada interaksi yang berbeda dengan orang-orang dari Neo Venezia, para undine magang, serta yang profesional di kota dengan suasananya yang damai, bangunan besar klasik, serta jalanan yang rumit. Interaksi ini benar-benar menarik dan menghangatkan hati ketika menontonnya

Yang paling utama dalam Aria adalah interaksi para karakter. Ini disajikan dengan sangat baik, secara realistis, dan bervariasi. Membagi pesan sederhana seperti bagaimana menikmati hal-hal sederhana dalam kehidupan, cara ber-sosialisasi dengan lingkungan kita, karena di anime ini Akari sebagai karakter utama sangatlah pandai dalam hal tersebut. Walaupun Akari berkeinginan untuk menjadi seorang Prima undine, namun tentu saja itu bukan hal yang mudah, karena itu harus diiringi dengan kemampuan mendayung sebuah gondola yang baik dan dengan tutur bahasa serta pengetahuannya untuk memberi tahu keunikan dan isi sejarah dari kota Neo-venezia kepada pelanggan yang menaiki gondola tersebut supaya pelanggan yang menaikinya terasa nyaman dan merasa puas. Maka dari itu, dia setiap harinya mengisi waktu luangnya dengan berlatih bersama teman-teman seperjuangannya  Aika dan Alice, walaupun mereka berdua berasal dari perusahaan yang berbeda dengan Akari.

Disisi lain, karena kecintaan dan rasa penasarannya Akari terhadap kota tersebut, terkadang ada sebuah cerita dimana Akari harus terlibat dalam hal-hal misterius yang menambah suasana kota tersebut memang benar sebuah kota fantasy.

Aspek lain yang benar-benar menenangkan dan menyenangkan ketika menonton adalah interaksi yang cerdas dan lucu dan berhasil membuat saya tersenyum. Namun juga bisa cukup emosional, karena saat menonton dapat mengamati bagaimana beberapa karakter dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri.

Sedikit tambahan jika mengikuti seri ini sampai season ke-3 nya, kita akan dibawa ke alur dimana Akari, Aika dan Alice lebih difokuskan kepada cerita dengan para senpai/seniornya, yang terasa lebih dramatis.

Animasi dan suara:

Anime ini cukup dilakukan dengan baik, walaupun gaya art biasa saja karena anime ini bisa dibilang anime jadul. Memiliki desain karakter yang berbeda dan juga latar belakang yang indah serta suasana dari tempat-tempatnya yang menarik dan unik seakan mencoba untuk menyampaikan sesuatu tersebut kepada siapa saja yang menontonnya. 

Apa yang lebih menarik dari anime ini adalah soundtrack digunakan: selain lagu opening dengan suara yang merdu dan ending lagu yang disuguhkan dengan baik, adalah OST individu digunakan, alunannya indah dan sangat tepat untuk mengekspresikan genre tersebut.

Kesimpulan:

Aria: The animation adalah anime slice of life dengan suasana damai yang berfokus pada interaksi para karakter dalam lingkungannya yang melibatkan banyak aspek dengan beberapa sentuhan fantasy. Sangat direkomendasikan bagi yang ingin menonton genre slice of life dengan tenang dan santai, sesantai-santainya.


0 Response to "[Review] Aria: The animation"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel